Apa alasannya kita harus putus asa?
Putus Asa? No Way!
John C. Maxwell mempunyai daftar panjang tentang keputusasaan.
Keputusasaan membuat kita tidak dapat menjadi seperti yang Tuhan inginkan.
Keputusasaan menyembunyikan keindahan hidup ini dari hidup kita.
Keputusasaan membuat kita bergabung dengan para pecundang.
Keputusasan mengecilkan pelita kita yang seharusnya bersinar terang bagi sesama.
Keputusasaan membekukan pemikiran kreatif kita.
Keputusasaan melumpuhkan iman kita. Keputusasaan menyelimuti visi kita.
Keputusasaan menghempaskan impian indah kita.
Ternyata begitu banyak bukan, dampak negatif bila kita menyimpan keputusasaan di dalam hidup kita? Tidak ada pengaruh positif yang kita dapat dari rasa putus asa.
Ketika sudah putus asa dalam menghadapi hidup, segala perasaan negatif akan mudah menyerang kita.
Mulai dari perasaan kecewa, marah, stress, dan lebih parahnya lagi adalah sikap yang tidak mau mencoba dan berusaha kembali.
Pada zaman yang semakin jahat dan sulit ini, rasanya memang layak bila kita harus putus asa terhadap keadaan. Sepertinya sudah tidak ada harauapn lagi bagi kita untuk hidup nyaman dan bahagia.
Benarkah demikian? Tentu saja tidak!
Saya pernah membaca sebuah kalimat bijak yang mengatakan, Seseorang yang memiliki Penolong yang luar biasa, tidak mengasihi diri, dan tenggelam dalam keterpurukan, bukankah lebih baik kita mengumpulkan segenap kekuatan untuk berkata Hai masalah, aku punya Tuhan yang maha hebat dan bersama-Nya aku pasti bisa mengalahkannmu!
kata-kata seperti itu mungkin tidak langsung mengubah keadaan menjadi lebih baik, tetapi percayalah akan ada semangat baru yang kembali membara.
Dan, bila gairah hidup itu sudah ada, kita akan mampu bangkit dari penderitaan dan tidak terbenam dalam lumpur kesengsaraan.
Hidup adalah arena perjuangan, jadi berjuanglah dengan berani.
Tunjukkan bahwa kita adalah seorang pemenang dan mampu mengalahkan kesulita,. Selamat tinggal putus asa!
Komentar
Posting Komentar