Jo dan Elysia satu diantara seribu cinta

Jo dan Elysia satu diantara seribu cinta

   Sore itu tanggal yg indah 7102017 dia bersiap untuk pulang, semua pekerjaan selesai sudah dan motor 225CC-nya juga sudah dimandikan. Dia bersiap untuk sebuah rencana besar, yang memang harus dilakukan demi kenyamanan dua hati. Perjalanan yang menyenangkan sampai ketempat tinggalnya, sejauh ini berjalan lancar.
   Rencana itu pun segera dimulai, janji sudah dibuat untuk ketemu malam ini pukul 19.45, dan dia pun bersiap-siap untuk itu. Entah kenapa kali ini tepat waktu, mereka pergi bersama ketempat favoritnya, diamana disana penuh dengan musik yang menyenangkan hati.
Dia pun sudah mulai berpikir dalam hati, bagaimana caranya untuk mengungkapkannya, darimana kira-kira akan dimulai.
Namun seiring suasana disana yang sangat gembira mereka terbawa, dan  melihat senyuman dari wajah wanita itu.. dia tidak mau merusak senyum itu, dia tidak mau merusak malam itu.
   Dia membiarkan senyuman itu tetap disana, walau hatinya masih diambang kegelisahan.
Dua hati yang tidak dapat menyatu, namun saling menjaga dan berusaha mengerti kondisi itu. Dan memang dia memutuskan untuk tidak merusak tanggal yang indah itu, dia membiarkan malam itu berlalu dengan senyuman.
    Barangkali ada waktu yang tepat untuk bicara dengan wanita itu. Dan dia pun menunggu akan waktu itu...

Dua hari berikutnya...

   Malam itu menjadi malam yang sangat amat teramat  panjang, begitu banyak kosakata yang keluar. Banyak hal yang terucap dan semua semakin menyatu sampai adanya tetes air mata. Dan lagu Say something dari A Great Big World ft Christina Aguilera dia putar berulang-ulang saat itu, sebagai ungkapan suasana hatinya. Bisa dikatakan itu menjadi malam yang mungkin akan selalu dikenang.
Dia mencoba menahan air mata yang keluar dari wajah wanita cantik itu, dengan berusaha menenangkannya, dia berusaha menggenggam tangan wanita itu. Tapi wanita itu menepisnya seakan tak mau lagi. Tangannya yang berusaha menggenggam tangan wanita itu terlepas dengan penuh kekecewaan.
Dan diapun hanya tertegun dan perlahan mulai berpikir, terus dan terus berpikir.
Dia sedikit kecewa akan hal itu, dan mulai berpikir untuk bisa merelakannya...
Dan dia berpikir ini akan menjadi lebih mudah untuk dilalui, karena memang sepertinya sudah tak ada lagi.
Hanya bisa terdiam, menatap wanita itu merunduk sambil menangis.
Sempat terpikir olehnya bahwa itu hanyalah air mata buaya yang bisanya dibuat-buat, hanya sekedar akting yang sangat memukau.
   Malam itu memang sangat menentukan langkah selanjutnya, hari-hari selanjutnya. Karena ada sebuah perasaan yang belum bisa menyatu dan mungkin sulit untuk menyatu.
Dan dia sudah hampir menyerah dengan wanita itu.








Bersambung..

Komentar