Kerendahan hati membawa kita akan banyak hal
Rendah Hati
Ada sebuah kisah tentang seorang milioner yang menghadiri sebuah pesta dan kemudian duduk bersama dengan beberapa orang yang sedang berdiskusi tentang doa. Milioner itu kemudian berkata, Mungkin berdoa berguna bagi Anda semua, tetapi saya tidak membutuhkannya. Saya bekerja keras untuk mendapatkan segala sesuatu yang sekarang saya miliki. Saya tidak pernah meminta apa-apa dari Tuhan!.
Mendengar ucapannya seorang rector sebuah universitas menanggapi, Pak, masih ada satu hal yang belum Anda miliki dan perlu Anda doakan.
Sang milioner bertanya, Apakah itu?
Anda perlu berdoa memohon kerendahan hati, jawab sang Rektor.
Salah satu hal yang paling sulit dilakukan saat kita mulai sukses adalah bersikap rendah hati di hadapan orang. Ya, sering kali tanpa sadar perasaan tinggi hati itu menyelinap di hati.
Kita mengira bahwa apa yang kita miliki saat ini, pekerjaan dan usaha, itu semua ada hanya karena kerja keras saja. Sampai kita menyadari bahwa segala hal yang kita peroleh, tidak terlepas dari bantuan dari yang Maha Kuasa.
Dia membantu Anda dan saya, dan mengulurkan tangan-Nya ketika kita berkarya. Dia memberikan bahu-Nya, menjadi tempat sandaran, ketika kita mulai lelah dan ingin menyerah. Dia menyediakan telinga-Nya untuk mendengar setiap doa yang kita panjatkan.
Bila saat ini kita berada dalam taraf hidup yang nyaman, berterimakasihlah kepada Tuhan, jangan lupakan Dia. Jangan seperti kacang yang lupa pada kulitnya. Tanpa bantuan dari Yang Maha Hebat itu, kita tidak akan pernah menjadi apa-apa dan menjadi siapa-siapa. Hari ini, mari bangun kembali hubungan intim kita dengan Sang Khalik.
Bila akhir-akhir ini kita tidak atau jarang berkomunikasi dengan-Nya, sekaranglah waktunya untuk memulainya kembali.
Komunikasi langsung dengan Sang Pencipta, akan membuat kita semakin mengerti, bahwa bila kita ada sampai saat ini dan mampu menikmati semua keajaiban-Nya, itu semata-mata karena anugerah-Nya saja. Bukankah demikian?
Ada sebuah kisah tentang seorang milioner yang menghadiri sebuah pesta dan kemudian duduk bersama dengan beberapa orang yang sedang berdiskusi tentang doa. Milioner itu kemudian berkata, Mungkin berdoa berguna bagi Anda semua, tetapi saya tidak membutuhkannya. Saya bekerja keras untuk mendapatkan segala sesuatu yang sekarang saya miliki. Saya tidak pernah meminta apa-apa dari Tuhan!.
Mendengar ucapannya seorang rector sebuah universitas menanggapi, Pak, masih ada satu hal yang belum Anda miliki dan perlu Anda doakan.
Sang milioner bertanya, Apakah itu?
Anda perlu berdoa memohon kerendahan hati, jawab sang Rektor.
Salah satu hal yang paling sulit dilakukan saat kita mulai sukses adalah bersikap rendah hati di hadapan orang. Ya, sering kali tanpa sadar perasaan tinggi hati itu menyelinap di hati.
Kita mengira bahwa apa yang kita miliki saat ini, pekerjaan dan usaha, itu semua ada hanya karena kerja keras saja. Sampai kita menyadari bahwa segala hal yang kita peroleh, tidak terlepas dari bantuan dari yang Maha Kuasa.
Dia membantu Anda dan saya, dan mengulurkan tangan-Nya ketika kita berkarya. Dia memberikan bahu-Nya, menjadi tempat sandaran, ketika kita mulai lelah dan ingin menyerah. Dia menyediakan telinga-Nya untuk mendengar setiap doa yang kita panjatkan.
Bila saat ini kita berada dalam taraf hidup yang nyaman, berterimakasihlah kepada Tuhan, jangan lupakan Dia. Jangan seperti kacang yang lupa pada kulitnya. Tanpa bantuan dari Yang Maha Hebat itu, kita tidak akan pernah menjadi apa-apa dan menjadi siapa-siapa. Hari ini, mari bangun kembali hubungan intim kita dengan Sang Khalik.
Bila akhir-akhir ini kita tidak atau jarang berkomunikasi dengan-Nya, sekaranglah waktunya untuk memulainya kembali.
Komunikasi langsung dengan Sang Pencipta, akan membuat kita semakin mengerti, bahwa bila kita ada sampai saat ini dan mampu menikmati semua keajaiban-Nya, itu semata-mata karena anugerah-Nya saja. Bukankah demikian?
Komentar
Posting Komentar